Rabu, 24 Agustus 2016

Di Batas Kota

Bagaikan burung,
sayap ini telah mengepak jauh,
menelusuri tebing,
jurang dan ngarai…
demi menjemput dirimu,
demi cinta kasihmu.

Ku dengar di sana kau bersedih,
tentang cinta yang datang, hilang dan pergi,
kau berlari memberanikan diri
meninggalkan luka yang mengiris hati.

Di batas kota,
di antara bibir pantai dan tebing yang tinggi,
ku lihat keanggunanmu yang bening,
menitikan embun di pucuk jari manis,
aku hanya menghela nafas,
panjang-panjang,
di batas kota ada cerita cinta yang tersisa…
hingga akhir hayat nanti.

7 Oktober 2011 22:08
By Saroji
© Copyright - All rights reserved

Tidak ada komentar:

Posting Komentar